
Sedih banget rasanya ketika lo
tau bahwa impian yang selama ini lo impikan ada di depan mata dan karena 1 dan
lain hal yang sebenernya bisa dibilang ga penting, membuat impian lo semakin
menjauh!!!! It's SUCKS! That happened in my life! and I felt that the earth constantly tremble. Jadi situasinya begini, kira-kira pertengahan tahun gue
(yang memiliki mimpi untuk sekolah dan hidup diluar negeri ini) sempat berdebat
(baca: whimper) dengan orang tua tentang sekolah di luar negeri. On the other
hand, they said that: untuk saat ini mereka belum mampu untuk membiayai gue
kuliah sampe ke luar negeri. Sedangkan, gue udah berapi-api semenjak gue lulus
SMA untuk kuliah diluar negeri, SEBAL!! Then, setelah perdebatan gue dan orang
tua gue berakhir, as usual I sat in front of the computer to relieve stress
and kept looking for the information of study in overseas. Luckily I found the IALF's twitter (IELTS prep course) and found the advertisement of
sweden scholarship. Dalam Iklan tersebut tidak terlalu menunjukkan banyak
informasi mengenai beasiswanya sendiri, hanya tertera “contact number”. Finally dengan hati yang menggebu-gebu,I made a
decission mencoba menelpon orang yang namanya tertera di advertisement
tersebut. Kurang lebih begini pembicaraannya:
Gw: Selamat sore.
Scholarship consultant: Iya sore, dengan Titi, ada yang bisa dibantu?
Gw: Begini mba Titi, saya tadi ngeliat di twitternya IALF, ada advertisment sweden scholarship. Saya tertarik mba untuk apply sweden scholarship.
Scholarship consultant: Oh iya, begini aja besok siang mungkin sekitar jam 2an kita ketemuan di IALF lt 3 kuningan, untuk membicarakan sweden scholarship secara detail. Kira-kira kamu bisa ga?
Gw: Iya mba bisa, kalau begitu besok kita langsung ketemu di IALF jam 2 ya. Terima kasih banyak mba.
Sholarship person: Ok ok, sama-sama.
Jreeeeng Jrennngggg After I called mba Titi I felt exceedingly happy. It was like a fresh air or gargantuan ice in the midst of wilderness. Besokannya, dengan tekad yang bulat aka poooool serta harapan baru, gue mendatangi IALF. Sesampainya disana gue langsung ke front desk, ngasih tau kalo gue ada appointment sama mba Titi dan sampai pada akhirnya bertemulah gue dengan mba Titi. Terus kita masuk kedalam ruang kelas kosong dan berbicara panjang lebar mengenai beasiswa sweden. Short long story, I made a conclusion that Sweden adalah negara yang jarang jadi tujuan untuk belajar. Kenapa? Karena orang mikir bahwa sweden adalah bagian dari Europe dan pasti untuk study kesana bakalan mahal. On the contrary, sama sekali gaaakkk, according to the information that I’ve got from mba Titi, she said that Sweden punya mata uang sendiri, namanya krona jadi ga pake euro yang notabene kalo dibeli dengan rupiah harganya selangit. Terus mba Titi bilang jadi saingan mendapatkan scholarship untuk saat ini ga terlalu berat, wong tahun kemaren aja yang nge-apply cuma 10 orang. Lalu untuk masalah pendidikan disana, you know what??? everything is free!!!! Strating from the elementary school until uni! (it means that the scholarship is full funding) GEEZ where can I find the place like that? Kenapa bisa begitu? Because of the sweden government actually spread those taxes right on the real target. They really pay attention to their citizens. I can not believe how nice and wise they are. Emangnya Indonesiaaaa mamam tu korupsi!!! Dengan segala informasi yang terdengar begitu mengesankan, finally I direclty interested dan mencoba untuk meng-apply beasiswa ini. Mba Titi bilang kalo gitu siapin semua dokumen yang akan disubmit, mulai dari legalisir ijazah, transkrip sampe ielts score 6,5 (euuuuuuuuuw) nanti tanggal 15 desember kita ketemuan lagi ya untuk ngisi the scholarship form bareng-bareng. She said that, I do not have to pay, except the cost for registration form. :D Now wayyyy I was scream aloud inside!! After this meeting with mba Titi, I tried to prepare all things that I need. I joined the IELTS preparation class AGAIN, with the high expectation to gain 6,5 ielts band score. Ini ga mudah loh! Karena selama gue ngikut ni kelas gue harus struggling sama cuaca yang selalu ga bersahabat ketika gue mau berangkat dan pulang. Alhasil gue payung-payungan terus, selain itu untuk sampai di lokasi les gue juga harus 5 kali ganti angkot! Dari metro 50 ato mikro 32 sampe angkot 02, 04, 37 dan 30!! WHAT THE F*CK!!! Sebenernya masih banyak penderitaan lain yang harus gue hadapin selama belajar IELTS, the obsctacles that I've told you! there are only small part of another obstacles. Setelah menigkuti ielts preparation itu, gue langsung ngedaftar tes ielts. Dan gue dapet jadwal di tanggal 1 Desember 2012. It was really nerve wrecking, right on dec 1, I joined the ielts test. I do not know what to say because the ielts test totally squeezed my brain until the limit. After the ielts test I asked about the announcement of the ielts the result and the mas-mas said that I can get the result 2 weeks after the test. Ok! Honestly, I can say anything about my feeling or the test. Honestly I felt that I hover and liltle bit empty, that was in my head is NOTHING TO LOSE ajalah. Moreover, di tanggal 14 gue ngambil hasil ielts test gue dan gue ga berani untuk buka amplopnya. Because I realized that IELTS score is the one of important requirements of Sweden Scholarship. Dapat atau tidaknya sebuah scholarship juga ditentukan oleh this tiny thing!!!!!!!!!! Pas gue buka amplopnya dan melihat the average of my ielts score JEGREEEEEEEGG !NO WAY! Score gue ga memenuhi! As a consequenceI had teary eyes and I felt so disappointed with my self (why I am so stupid?) and God (Why You did not allow to get a good score?):( I was scream aloud. Sehabis mengambil hasil ielts gue langsung telpon mba Titi dan bilang gini: nilai saya ga sampai 6,5 mba, dan mba Titi pun bilang with the sympathy voice: saya tahu kamu kecewa tapi kamu jangan putus asa ya tahun depan kamu coba lagi dan belajar lagi ieltsnya. Dan disitu gue langsung Jlebbbb (baca:sadar) bahwa gue ga bisa nerusin proses beasiswa ini!!!! I felt that efforts I’ve done are seems vain! :( I think that life is unfair! The dreams that I build since I was in senior high school were crumble. I felt that I do not make a progress. Dan you know what? Sampai saat ini gue pun masih merasa sedih akan hal itu! Ielts score yang merupakan faktor ga penting itu :p harus menggagalkan impian gue. Gue ngerasa kenapa orang-orang lain bisa dengan mudahnya sekolah diluar negeri? Kenapa gue enggak? Kenapa temen-temen gue yang males-malesan dan yang setau gue bahasa inggrisnya ga pinter-pinter amat malah dapet kesempatan lebih dibanding gue? Dan sepertinya gue harus bekerja lebih keras dari mereka? sakit, cape dan kecewa. Sampai sekarang gue masih nyari apa maunya Tuhan dalam hidup gue? Dan mencoba untuk move on dan melupakan that sh*t happened in my life. Beberapa hari lagi udah tahun baru ok gue akan coba untuk belajar lebih giat dan rebut kembali impian gue untuk kuliah dan hidup diluar negeri!!!! Well just wait and see!!!!!! Beautiful plans are for me! :p
Gw: Selamat sore.
Scholarship consultant: Iya sore, dengan Titi, ada yang bisa dibantu?
Gw: Begini mba Titi, saya tadi ngeliat di twitternya IALF, ada advertisment sweden scholarship. Saya tertarik mba untuk apply sweden scholarship.
Scholarship consultant: Oh iya, begini aja besok siang mungkin sekitar jam 2an kita ketemuan di IALF lt 3 kuningan, untuk membicarakan sweden scholarship secara detail. Kira-kira kamu bisa ga?
Gw: Iya mba bisa, kalau begitu besok kita langsung ketemu di IALF jam 2 ya. Terima kasih banyak mba.
Sholarship person: Ok ok, sama-sama.
Jreeeeng Jrennngggg After I called mba Titi I felt exceedingly happy. It was like a fresh air or gargantuan ice in the midst of wilderness. Besokannya, dengan tekad yang bulat aka poooool serta harapan baru, gue mendatangi IALF. Sesampainya disana gue langsung ke front desk, ngasih tau kalo gue ada appointment sama mba Titi dan sampai pada akhirnya bertemulah gue dengan mba Titi. Terus kita masuk kedalam ruang kelas kosong dan berbicara panjang lebar mengenai beasiswa sweden. Short long story, I made a conclusion that Sweden adalah negara yang jarang jadi tujuan untuk belajar. Kenapa? Karena orang mikir bahwa sweden adalah bagian dari Europe dan pasti untuk study kesana bakalan mahal. On the contrary, sama sekali gaaakkk, according to the information that I’ve got from mba Titi, she said that Sweden punya mata uang sendiri, namanya krona jadi ga pake euro yang notabene kalo dibeli dengan rupiah harganya selangit. Terus mba Titi bilang jadi saingan mendapatkan scholarship untuk saat ini ga terlalu berat, wong tahun kemaren aja yang nge-apply cuma 10 orang. Lalu untuk masalah pendidikan disana, you know what??? everything is free!!!! Strating from the elementary school until uni! (it means that the scholarship is full funding) GEEZ where can I find the place like that? Kenapa bisa begitu? Because of the sweden government actually spread those taxes right on the real target. They really pay attention to their citizens. I can not believe how nice and wise they are. Emangnya Indonesiaaaa mamam tu korupsi!!! Dengan segala informasi yang terdengar begitu mengesankan, finally I direclty interested dan mencoba untuk meng-apply beasiswa ini. Mba Titi bilang kalo gitu siapin semua dokumen yang akan disubmit, mulai dari legalisir ijazah, transkrip sampe ielts score 6,5 (euuuuuuuuuw) nanti tanggal 15 desember kita ketemuan lagi ya untuk ngisi the scholarship form bareng-bareng. She said that, I do not have to pay, except the cost for registration form. :D Now wayyyy I was scream aloud inside!! After this meeting with mba Titi, I tried to prepare all things that I need. I joined the IELTS preparation class AGAIN, with the high expectation to gain 6,5 ielts band score. Ini ga mudah loh! Karena selama gue ngikut ni kelas gue harus struggling sama cuaca yang selalu ga bersahabat ketika gue mau berangkat dan pulang. Alhasil gue payung-payungan terus, selain itu untuk sampai di lokasi les gue juga harus 5 kali ganti angkot! Dari metro 50 ato mikro 32 sampe angkot 02, 04, 37 dan 30!! WHAT THE F*CK!!! Sebenernya masih banyak penderitaan lain yang harus gue hadapin selama belajar IELTS, the obsctacles that I've told you! there are only small part of another obstacles. Setelah menigkuti ielts preparation itu, gue langsung ngedaftar tes ielts. Dan gue dapet jadwal di tanggal 1 Desember 2012. It was really nerve wrecking, right on dec 1, I joined the ielts test. I do not know what to say because the ielts test totally squeezed my brain until the limit. After the ielts test I asked about the announcement of the ielts the result and the mas-mas said that I can get the result 2 weeks after the test. Ok! Honestly, I can say anything about my feeling or the test. Honestly I felt that I hover and liltle bit empty, that was in my head is NOTHING TO LOSE ajalah. Moreover, di tanggal 14 gue ngambil hasil ielts test gue dan gue ga berani untuk buka amplopnya. Because I realized that IELTS score is the one of important requirements of Sweden Scholarship. Dapat atau tidaknya sebuah scholarship juga ditentukan oleh this tiny thing!!!!!!!!!! Pas gue buka amplopnya dan melihat the average of my ielts score JEGREEEEEEEGG !NO WAY! Score gue ga memenuhi! As a consequenceI had teary eyes and I felt so disappointed with my self (why I am so stupid?) and God (Why You did not allow to get a good score?):( I was scream aloud. Sehabis mengambil hasil ielts gue langsung telpon mba Titi dan bilang gini: nilai saya ga sampai 6,5 mba, dan mba Titi pun bilang with the sympathy voice: saya tahu kamu kecewa tapi kamu jangan putus asa ya tahun depan kamu coba lagi dan belajar lagi ieltsnya. Dan disitu gue langsung Jlebbbb (baca:sadar) bahwa gue ga bisa nerusin proses beasiswa ini!!!! I felt that efforts I’ve done are seems vain! :( I think that life is unfair! The dreams that I build since I was in senior high school were crumble. I felt that I do not make a progress. Dan you know what? Sampai saat ini gue pun masih merasa sedih akan hal itu! Ielts score yang merupakan faktor ga penting itu :p harus menggagalkan impian gue. Gue ngerasa kenapa orang-orang lain bisa dengan mudahnya sekolah diluar negeri? Kenapa gue enggak? Kenapa temen-temen gue yang males-malesan dan yang setau gue bahasa inggrisnya ga pinter-pinter amat malah dapet kesempatan lebih dibanding gue? Dan sepertinya gue harus bekerja lebih keras dari mereka? sakit, cape dan kecewa. Sampai sekarang gue masih nyari apa maunya Tuhan dalam hidup gue? Dan mencoba untuk move on dan melupakan that sh*t happened in my life. Beberapa hari lagi udah tahun baru ok gue akan coba untuk belajar lebih giat dan rebut kembali impian gue untuk kuliah dan hidup diluar negeri!!!! Well just wait and see!!!!!! Beautiful plans are for me! :p


Tidak ada komentar:
Posting Komentar